Jawaban Bab 8 Aku Anak Saleh PAI Kelas 4 SD Halaman 129-135


Gurune.net – Jawaban Bab 8 Aku Anak Saleh PAI Kelas 4 SD Halaman 129-135. Halo sobat guru, pada pembahasan artikel kali ini akan diberikan informasi tentang materi tugas jawab dari buku Pendidikan Agama Islam dan Moralitas Kelas 4 SD Halaman 129-132 Rencana Belajar Mandiri.

Pembahasan lengkap dengan kunci jawaban ini dapat ditemukan di bab 8, “Aku Anak yang Bertuhan”. Sebelum melanjutkan ke pembahasan soal sobat, perhatikan dulu pernyataan dan pertanyaan di bawah ini, lalu jawab pertanyaan yang sesuai.

Pembahasan soal ini bertujuan untuk mengukur pemahaman Anda terhadap materi yang akan dibahas pada bab ini. Mari kita simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Bab 8

Anak-anak, tahukah kamu apa itu agama?

Salah seorang sahabatnya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apa itu agama?” Dia menjawab: “Sikap yang baik.” (HR Bukhari)

Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa kesalehan dapat dinilai dari perilaku sehari-hari. Semakin taqwa seseorang, semakin tinggi akhlaknya.

Anda masih ingat bukan, bahwa Rasulullah SAW memiliki sifat-sifat yang baik? Rasulullah saw. adalah panutan dan teladan yang paling sempurna bagi kami. Dia selalu berbicara dan bertindak dengan benar (sidik), menyampaikan kebenaran (tabligh), amanah (amanah) dan cerdas (fatanah). Anak yang sholeh adalah anak yang selalu meneladani dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Jadi jelas ya, anak yang saleh selalu berkelakuan baik. Kali ini kita akan belajar tentang akhlak yang baik yang harus dimiliki yaitu bagaimana menebar salam dan senang membantu sesama. Kita juga akan belajar tentang perilaku buruk yang harus dihindari, yaitu ciri-ciri munafik.

A.Salam

Perhatikan gambar berikut!

Berikan komentar pada gambar pada latihan berikut!

aktifitas kelompok

1. Bagaimana sikap Anda ketika ingin bersekolah?

Menjawab

Mencium tangan orang tua sebelum berangkat ke sekolah merupakan salah satu contoh perkembangan karakter pada anak.

2. Bagaimana sikapmu saat bertemu teman?

Menjawab

Saling menyapa dengan menyapa dan menanyakan kabarnya saat bertemu teman.

3. Bagaimana sikap Anda saat mulai menelepon?

Menjawab

Berikan sapaan penuh lalu bicaralah dengan jelas, tegas, bersikap ramah, hangat dan bersahabat.

4. Bagaimana sikap Anda saat mengunjungi teman?

Menjawab

Cobalah mengucapkan halo penuh lalu sapa semua orang di rumah saat Anda berjalan mendekat dan menjabat tangan mereka. Jika memungkinkan, jangan membuat kekacauan di rumah.

5. Mengapa kita perlu menyapa?

Menjawab

Karena salam adalah doa, baik bagi yang berbicara maupun bagi yang mendengarkan.

Baca cerita selanjutnya!

Jabir ibn Abdullah melaporkan bahwa setelah dia masuk Islam, Nabi Muhammad saw. selalu menyapanya dan selalu menyapanya dengan senyuman. Abdullah bin Harits juga mengatakan bahwa dia belum pernah melihat orang yang lebih sopan dari Nabi.

Nabi selalu mendahului salam. Rasul menyampaikan sapaan ketika bertemu dengan seseorang, laki-laki, perempuan atau anak-anak. Jika ada yang ingin berbicara dengannya, Nabi Suci. jangan pernah berpaling dari orang itu sampai orang itu pergi. Setiap kali beliau bersalaman dengan seseorang, Nabi tidak pernah melepaskan tangan orang tersebut sampai beliau sendiri yang melepaskannya.

Sumber : Afzalur Rahman, Ensiklopedi Muhammad : Muhammad Sebagai Pribadi Yang Mulia, 9.

Menyapa adalah perilaku terbaik. Kata seseorang bertanya kepada Nabi apa ajaran Islam yang terbaik? Rasulullah saw. menjawab: “Berilah makanan kepada orang miskin dan sapalah orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal. (HR Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr).

Anak-anak, tahukah kamu apa itu sapaan?

Salam artinya damai. Salam juga berarti pernyataan hormat, salam atau salam assalamu alaikum varahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak, bagaimana kabarmu? Kapan salam diberikan? Bagaimana Anda menanggapi salam? Siapa yang menyapa duluan?

salam penuh:

Salam penuh

Itu berarti:

“Keselamatan, cinta, dan berkat Tuhan menyertai Anda.”

Salam terkirim saat kita bertemu. Salam diucapkan ketika ingin berpamitan atau pamit. Salam diucapkan di pintu masuk rumah. Salam itu diucapkan ketika hendak berkunjung ke rumah orang lain. Salam juga diucapkan di awal percakapan.

Orang yang mendengar salam harus membalas dengan salam yang sama. Inilah tanggapan sambutan penuh.

    tanggapan sambutan penuh

Itu berarti:

“Semoga keamanan, cinta, dan berkah Tuhan juga dicurahkan kepadamu.”

Jika mendengar salam, maka kita harus menjawabnya. Allah SWT. dikatakan:

    (CS An-Nisa/4:86)

Menerjemahkan:

“Dan jika kamu menerima (sapaan) rasa hormat, maka balaslah kehormatan ini dengan yang lebih baik, atau balaslah (sepadan dengan kehormatan itu) dengannya.” (CS An-Nisa/4:86)

Jadi siapa yang menyapa duluan? Dari kisah di atas, kita mengetahui bahwa Nabi mendahului memberi salam dan menyampaikan salam ketika bertemu dengan siapa saja, pria, wanita, atau anak-anak. Menurut Nabi, orang yang memulai salam adalah orang yang paling utama di sisi Allah.

Rasulullah saw. Juga diajarkan: “Biarkan pengendara menyapa pejalan kaki, pejalan kaki menyapa yang duduk, kelompok kecil menyapa kelompok besar, dan kelompok muda menyapa kelompok yang lebih tua.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra).

Bagaimana pendapatmu tentang ajaran Islam tentang salam? Cantik, bukan? Nabi juga mengajarkan kepada anak-anak: “Mau saya tunjukkan aksinya, jika kalian melakukan ini, apakah kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kamu.”

Bagaimana menebar salam bisa membuat kita saling jatuh cinta? Salam berarti mengucapkan assalamu alaikum varahmatullahi wabarakatuh. Salam berarti hormat atau kebaikan. Salam juga berarti kedamaian. Ketika kita mengucapkan assalamu alaikum, dalam benak kita juga mengatakan, “Saya peduli dengan keselamatan Anda, jadi Anda juga harus menjaga keselamatan saya. Mari kita selamatkan dunia.”

Menyampaikan salam yang sah dari sunnah. Jika mendengar salam, maka kita harus menjawabnya. Artinya: “Jika saya menyerukan perdamaian, maka Anda juga harus menjaga perdamaian.” Atau “jika Anda meminta saya untuk damai, maka saya harus menjaga perdamaian.”

Negara kita adalah negara dengan kebangsaan, bahasa, dan agama yang berbeda. Walaupun kita berbeda, kita memiliki tujuan yang sama, yaitu Indonesia yang aman dan damai. Kita harus menjaga negara kita tetap aman dan damai.

Kesimpulan

Demikian pembahasan yang disampaikan mengenai tanggapan kunci PAI Pendidikan Agama Islam dan Karakterisasi SD Kelas 4 halaman 129-135 Bab 8 Kurikulum Merdeka tentang Menjadi Anak Saleh. Semoga artikel ini dapat membantu!

Penolakan tanggung jawab:

Jawaban dan pembahasan dalam postingan ini mungkin berbeda dengan yang berasal dari sumber lain.
Jadikan postingan ini sebagai salah satu bahan referensi Anda saat menjawab pertanyaan, dan bukan referensi utama dan satu-satunya.
Posting ini tidak sepenuhnya benar, saudara-saudara.


https://australiavotes.org