7 Rekomendasi Pupuk Organik Terbaik Jenis Cair dan Padat


Bagi Anda yang suka menanam tanaman hias, bunga dan sayur serta buah-buahan, baik di rumah maupun dalam skala besar, tentunya membutuhkan pupuk organik dan anorganik (kimia sintetis) dalam bentuk cair atau padat agar tanaman Anda dapat tumbuh, berbunga dan berproduksi dengan baik.

Secara umum, ada 2 jenis pupuk yang beredar di pasaran saat ini, yaitu pupuk organik yang terbuat dari bahan alami seperti serasah daun, limbah rumah tangga dan kotoran ternak, serta pupuk kimia sintetis yang terbuat dari bahan kimia buatan.

Bagi petani yang memiliki lahan atau ladang yang luas sebagian besar masih suka menggunakan pupuk kimia karena cara penggunaannya yang praktis, serta hasil yang lebih cepat terlihat dalam waktu yang relatif singkat.

Berbeda dengan pupuk organik dari kotoran hewan dan tumbuhan (kompos), yang tergolong membutuhkan waktu lama setelah diaplikasikan pada tanaman, terutama pada lahan yang selalu dipupuk dengan bahan kimia sintetik. Namun, jika manfaatnya diukur dalam jangka panjang, maka pupuk organik akan menjadi pemenangnya.

Cara membuat pupuk organik

pupuk organik terbaik
Pupuk organik terbaik

Secara singkat atau luas, berikut beberapa cara yang biasa dilakukan masyarakat untuk membuat pupuk organik sendiri di rumah:

  • Pengumpulan kotoran hewan seperti kambing, sapi, kerbau, ayam dan lain-lain, untuk produksi pupuk cair dan padat.
  • Atau bisa juga tidak ada kotoran hewan sama sekali, menggunakan daun dan bumbu yang dihaluskan seperti jerami padi, bonggol pisang, arang sekam, dan lain-lain. Dan pupuk ini juga bisa dibuat dalam bentuk padat atau cair.
  • Bahan-bahan ini kemudian difermentasi dengan bantuan bakteri pengurai baik jenis, maupun gula atau tetes tebu, yang juga dapat membantu proses pemupukan tanah. Bakteri pengurai untuk produksi pupuk tersebut paling populer di kalangan petani dengan nama EM4, yang tersedia dalam bentuk cair.
  • Proses fermentasi memakan waktu 3 sampai 6 minggu atau rata-rata 1 bulan, setelah itu produk siap digunakan dan diaplikasikan ke tanaman.

Namun bagi Anda yang tinggal di perkotaan yang tidak punya waktu, dan juga untuk mendapatkan bahan-bahan pembuatan pupuk organik sendiri, solusi termudah adalah dengan membelinya.

Manfaat Pupuk Organik

Berikut beberapa manfaat menggunakan pupuk organik yang kami kutip dari dekoruma.com.

  • Dapat menyuburkan tanah untuk waktu yang lama.
  • Lebih ramah lingkungan.
  • Nutrisi tanaman bisa lengkap.
  • Meningkatkan retensi air.
  • Mampu meningkatkan aktivitas biologis di dalam tanah.
  • Mampu meningkatkan interaksi antar ion dalam tanah.

Apakah ada bahaya pupuk organik bagi kesehatan manusia?

Pupuk organik aman bagi manusia karena tidak meninggalkan residu dan residu kimia yang dapat menjadi racun bagi tanaman dan buah-buahan karena sifatnya yang mudah terurai.

Namun perlu diketahui juga bahwa penggunaan pupuk organik yang belum matang dapat mematikan atau menyebabkan kematian tanaman, terutama untuk pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak yang masih memiliki sifat termal karena belum difermentasi oleh mikroorganisme.

Bahaya pupuk kimia sintetis

Mengutip dari situs paktanidigital.com, berikut beberapa efek samping dan bahaya yang bisa ditimbulkan dari penggunaan pupuk kimia sintetis.

  • Kerusakan tanah dan ketidakseimbangan unsur hara.
  • Membunuh organisme dan mikroorganisme di dalam tanah.
  • Memperlambat penguraian bahan organik.
  • Mengganggu penyerapan nutrisi oleh akar.
  • Hal ini mempengaruhi hasil, karena semakin lama digunakan maka kesuburan tanah semakin menurun, sehingga dosisnya harus ditingkatkan.

7 rekomendasi merk pupuk organik terbaik

Berikut beberapa rekomendasi merek pupuk organik terbaik, baik jenis cair maupun padat, yang mudah digunakan pada semua tanaman.

1. Pupuk Cair POC NASA

Pupuk Cair Alami POC Nasa
POC NASA

POC adalah singkatan dari Liquid Organic Fertilizer yang artinya pupuk bermerek NASA ini berbentuk cair.

Dibuat dari kombinasi berbagai bahan organik alami untuk menghasilkan berbagai unsur hara makro dan mikro atau unsur yang dibutuhkan tanaman seperti nitrogen, kalium, fosfor dan lain-lain.

Tersedia dalam volume 0,5 dan 1 liter, dimana 1 liter pupuk cair ini mengandung nutrisi tanaman setara dengan 1 ton kotoran hewan.

Harga pasarannya mulai dari 30 ribuan.

2. Pengurai BioSrims

bio-srims hormon pertumbuhan alami
pupuk hormon pertumbuhan ZPT bio srims

Pupuk Cair BioSrims terbuat dari sekam kopi, jerami padi dan kotoran sapi untuk memberikan nutrisi tanaman dalam jumlah yang baik.

Ini juga mengandung beberapa mikroba menguntungkan seperti Azobacter, Bacillus, Lactobacillus dan lain-lain dan secara alami mengandung hormon pertumbuhan tanaman seperti auksin, giberelin, zeatin dan kinetin.

Harga pasaran tabung 1 liter dipatok dengan harga minimal 30 ribu.

3. Pupuk padat Vedagro untuk merangsang pembungaan dan pemupukan

pupuk bunga dan buah vedagro
Pupuk untuk pembungaan dan pemupukan

Pupuk ini merupakan pupuk padat berbentuk butiran yang lebih diperuntukan dan memiliki fungsi berbunga dan berbuah.

Cocok untuk petani rumahan yang menggunakan pot atau kantong plastik dengan takaran aturan pakai mulai dari 1 sendok teh untuk pot kecil setiap 3-4 minggu sekali.

Dalam toples 900 g, Anda bisa membeli pupuk ini dengan harga 40 ribu.

4. Nutrisi Daya Khusus untuk Tanaman Buah

pupuk buah
catu daya NASA

Pupuk ini masih diproduksi oleh NASA yang ditujukan untuk tanaman hortikultura, yang dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK lebih dari 75-90%.

Proses pemupukan Power Nutrition dapat dilakukan setiap 2-4 bulan sekali dengan penyiraman lebih sering setelah pemupukan.

Harga pasarannya mulai dari 50 ribu untuk paket 250 gram.

5. Pupuk Organik (kotoran cacing)

pupuk kotoran cacing
biohumus

Pupuk Kascing adalah pupuk organik yang terbuat dari kotoran hewan yang difermentasi secara alami oleh cacing untuk menghasilkan pupuk yang kaya akan nutrisi tanaman seperti nitrogen, kalium, kalsium dan lainnya.

Pupuk biohumus tersedia di pasaran dalam bentuk padat, butiran halus, maupun cair, yang bila digunakan dapat menyuburkan tanah dan tanaman tidak hanya dalam waktu singkat.

6. Pupuk Cangkang Telur Kalsium Organik

pupuk kalsium cangkang telur
pupuk kulit telur

Kulit telur mengandung banyak nutrisi makro kalsium, yang penting bagi tanaman.

Selain menjadi salah satu pilar untuk mendapatkan kualitas yang baik, pupuk kalsium dapat merangsang titik tumbuh tunas daun baru serta meningkatkan ketahanan terhadap serangan hama.

Pupuk ini bisa dibeli secara online dari beberapa marketplace populer seperti Shopee, atau Anda bisa membuatnya sendiri di rumah menggunakan limbah rumah tangga.

Cara membuat pupuk cangkang telur bisa dilakukan dengan cara dijemur atau disangrai sampai benar-benar kering kemudian digiling sampai halus atau bisa juga digiling dengan blender.

Dosis aplikasi adalah 1 sendok teh per tanaman, baik pada tanaman yang ditanam di media tanah langsung atau di pot atau kantong plastik.

Kekurangan dari pupuk cangkang telur adalah setelah dioleskan ke tanaman membutuhkan waktu yang lama untuk dapat digunakan karena tanaman masih dalam kondisi kecil.

Atau bisa juga kulit telur dijadikan pupuk cair agar tanaman lebih mudah menyerapnya dengan merendamnya terlebih dahulu dalam cuka.

7. Pupuk cair untuk mencuci beras

air cucian beras
pupuk cuci beras

Pupuk cair ini juga sering disebut sebagai POC air cucian beras karena bahan yang digunakan untuk membuatnya berasal dari air cucian beras yang merupakan limbah rumah tangga yang dibuang ke Indonesia hampir setiap hari.

Kandungan nutrisi tertinggi dari pupuk ini adalah kalium, yang dapat mendukung pembungaan dan pembuahan, dan juga membantu menjaga bunga agar tidak rontok sehingga menghasilkan lebih banyak buah.

Pupuk cuci beras ini cocok untuk cabai, tomat, terong dan tanaman lain yang biasa ditanam oleh petani rumahan.

Cara Membuat Pupuk Bilas Beras Cair Organik

Dari sekian banyak jenis pupuk organik yang bisa dibuat, pupuk organik cair berbahan limbah cair rumah tangga yang digunakan untuk mencuci beras termasuk yang paling mudah dibuat.

Bahan yang digunakan adalah air cucian beras, mikroorganisme EM4, tetes tebu (molasses)/gula merah/gula pasir.

Kemudian bahan dicampur dan dibiarkan selama 2-3 minggu sampai proses fermentasi berhasil dan pupuk siap digunakan.


https://australiavotes.org